Langsung ke konten utama

PRACTICE MAKES PERFECT


Peribahasa Practice Makes Perfect sering kita lihat dan dengar dimana mana. Apalagi bagi seorang olahragawan, ilmuan dan orang tertentu untuk mencapai tujuan. Pada Gambar 1, saya menambahkan “ So Do it, regulary ” Karena menurut saya, latihan saja tapi tidak rutin dan tidak memiliki pola latihan yang baik maka tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal.

Gambar 1. Practice Makes Perfect
Setiap orang membutuhkan pelatihan/persiapan matang untuk mencapai tujuan. Tujuan yang akan dicapai harus ada langkah dan step yang kita jalani. Terkadang dibutuhkan waktu yang tidak sebentar. Contoh: Seorang olahragawan akan memiliki banyak keahlian dalam bermain jika tidak banyak latihan skill dan fisik. Mereka didik sejak dini hingga remaja dengan pola latihan tertentu dan asupan gizi yang dibutuhkan. Untuk mencapai juara pada event tertentu baik tingkat kabupaten hingga internasional. Contoh lain : Ketika kita mau ujian Matematika, Fisika, Kimia, maka kita harus banyak latihan soal. Semakin banyak soal yang kita kerjakan, maka akan makin terbiasa dengan soal soal serupa. Sehingga memudahkan kita ketika ujian untuk menyelasaikan soal dengan benar karena terbiasa. Contoh berikutnya: Seorang musisi dan penyanyi membutuhkan bantak lathan dan referensi lagu. Jika saat pentas maka akan memiliki banyak referensi jika diminta oleh penonton. Sehingga menghasilkan harmonisasi yang baik antara musisi dan penyanyi, sehingga variasi lagu yang ditampilkan semakin banyak dan bagus.
Melihat profesi / orang yang ingin memiliki pencapaian yang baik, setiap pencapaian suatu tujuan pastilah punya langkah / trik untuk mendapatkannya. Setiap orang memiliki cara tersendiri. Biasanya orang membagi 3 langkah yaitu:
1.      Langkah Persiapan / langkah 1 / Langkah Permulaan
2.      Langkah Pemantapan / Langkah 2/ Langkah Pelaksanaan
3.      Langkah Lanjutan / langkah 3 / Langkah Penyelesaian
Dalam ketiga langkah tersebut, setiap orang masih membreakdownkan dari masing – masing langkah. Mereka menjalankan sesuai aturan, porsi dan kualitas yang telah ditentukan. Semakin banyak porsi dan kualitas yang dilakukan maka akan semakin banyak kemampuan yang akan diperoleh. Bahkan beberapa orang menambah porsi latihan untuk meningkatkan kemampuannya. Porsi disini bisa dikategorikan jumlah soal, durasi waktu, jumlah beban, penambahan jarak.
Ketika seorang telah melakukannya dengan teratur maka hasil nya tidak jauh dari yang diharapkan bahkan terwujud sesuai dengan target yang diinginkan. Maka Peribahasa Practice makes perfect and So doit Regulary adalah sangat setuju. Bagi saya mempersiapkan segala sesuatu dengan benar dan teratur akan menghasilkan tujuan yang akan dicapai sama seperti kata Usaha tidak akan menghianati hasil.
Jadi, setelah memiliki tujuan, menentukan langkah, banyak berlatih/persiapan, evaluasi yang sudah dilakukan dan tujuan itu akan tercapai. Sukses itu pasti ada bagi orang yang mau terus berusaha.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WFH ( WORKOUT FROM HOME ) Chapter 2

  Sekarang orang – orang sudah mengethaui kepanjangan dari WFH, dan masa WFH pun diperpanjang. Sampai Agustus 2020 ini bahkan ada yang proses WFH sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Bosen? Pasti ada yang sudah bosen dengan kondisi seperti ini. Namun ada orang yang g bosen, karena punya banyak aktifitas yang bisa dikerjakan di rumah. Memaknai WFH tidak hanya Work From Home saja. Tetapi mereka menggunakan dan memaknai dengan berbagai aktifitas. Untuk saya WFH, tidak spesifik pada singkatan yang sebenarnya yaitu Work From Home. Menurut saya dan saya sudah lakukan, WFH ada beberapa istilah lain, diantaranya : 1.        Workout From Home Beberapa orang yang sudah biasa dengan olahraga pasti tau kan istilah ini. Bagi yang belum tau atau familiar dengan istilah workout, mari sama – sama melakukan. Untuk workout itu istilah lain dari olahraga / latihan / training. Jika katanya dipisah work out, beda istilah. Untuk lebih memahami kamu bisa baca ...

BECIK KETITIK OLO KETORO

Salah satu peribahasa Jawa yang sangat popular. Arti kata per kata dari ungkapan ini adalah: becik (kebaikan), ketitik (ketahuan), ala (kejelekan), dan ketara (terlihat atau tampak). Jika digabungkan, maka setiap kebaikan akan ketahuan dan setiap keburukan pasti akan terlihat. Setiap manusaia pasti akan berbuat baik dan buruk. Segala bentuk itu pasti akan terlihat seiring proses berjalannya waktu dan orang – orang pun pasti akan mengetahuinya. Peribahasa Jawa ini jika di Indonesia kan hamper sama seperti, Orang menyimpan bangkai pasti akan tercium juga. Jika di liat kenyataan, jika kita dirumah, ada bangkai tikus di dalam eternity rumah. Ketika sudah lama, pastai baunya kecium oleh orang penghuni rumah.Di ibaratkan seperti itu. Dalam kehidupan nyata, baik di masyarakat, pekerjaan kita sering menemui orang suka berbohong, mencuri, melakukan tidakan KKN, penggelapan, terima suap/ meminta pungli, menjatuhkan seseorang dengan mulut manis dan skenarionya agar bisa mendapatkan posisi/...

TANDING, YANG SEBANDING

Paham kah dengan Judul diatas? Saya yakin memahami. Ketika akan bertanding pasti ada pengelompokan. Misal : ada beberapa factor ketika akan dipertandingankan seperti : 1. Kelompok Umur 2. Kelompok Berat badan 3. Kemampuan atau Skill 4. Jenis kelamin Mari kita bahas perpoin diatas. 1. Kelompok Umur Silahkan tengok pertandingan atau perlombaan seperti Pekan Olahraga Pelajar, Badminton, Lomba Pencak Silat, Basket, taekwondo, karate, judo, lomba menyanyi, seni tari. Diantara pertandingan atau lomba yang sudah disebutkan ada kategori berdasarkan hal diatas. Kelompok umur ( KU ) 12 th akan ditandingkan dengan seumurannya. Misal: Sepkbola KU U-12 maka akan dipertandingkan anak-anak yang dibawah umur 12 th dan biasanya selisih 2 th di setiap KU.  1. U-10,  2. U-12,  3. U-14.  Ketika akan naik tingkat, maka umurnya harus menyesuaikan. Bahkan didunia olahraga sering terjadi pencurian umur. Maksudnya, umurnya dimudakan aagar bisa bertand...